Back to Top
  • Insuring your future… today with Our Finance Advisors

    READ MORE

  • Looking for a clear & simple Finance Advise

  • We are Gives u every thing u need in Finance & business

Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris Sendiri Tanpa Les / Kursus

Ingin tahu bagaimana cara cepat belajar sendiri dan menguasai bahasa Inggris dengan baik tanpa harus ikut bergabung pada lembaga kursus/les bahasa Inggris yang bisa memakan biaya besar, butuh waktu, dan terkadang hasilnya juga tetap tak memuaskan? Ikutilah tips-tips di bawah ini dengan seksama.

  • Mantapkan dulu niat, tekad serta motivasi anda untuk bisa mengusai bahasa Inggris. Jika sudah ada kemauan yang kuat, maka jalan selanjutnya akan lebih mudah.
  • Pelajari dulu cara mengucapkan alphabet dalam bahasa Inggris dari a sampai z,angka-angka, dan kata-kata dan kalimat-kalimat dasar bahasa Inggrisseperti : aku, kamu, mereka, dia, disana, siapa, mengapa, dimana, apa kabarmu, baik, ucapan selamat dsb. Ini bisa anda pelajari dari buku-buku belajar bahasa Inggris manapun, tak harus yang mahal-mahal (anak-anak sekarang seharusnya sudah mempelajarinya di sekolah). Lebih bagus lagi jika anda bisa mempelajarinya di internet memanfaatkan mesin pencari google. Tujuan mempelajari kata-kata dan kalimat sederhana ini adalah untuk menumbuhkan minat sekaligus meningkatkan semangat anda dalam belajar karena merasa bisa setelah belajar hal-hal yang mudah.
  • Bagian paling penting dari sebuah bahasa adalah kosakata (vocabulary). Anda bisa memasang target harus menghapal berapa banyak kosa kata baru bahasa Inggris dalam sehari. Anda bisa memanfaatkan buku kamus bahasa Inggris, aplikasi android di hp anda maupun internet. Hendaknya anda menghapal bagaimana cara menuliskan kata tersebut, sekaligus cara mengucapkannya yang benar. Untuk mengetahui cara pengucapan yang benar dari suatu kata anda bisa mendengarnya langsung dari internet, biasanya dari situs kamus bahasa Inggris, contohnya :thefreedictionary.com. Situs tersebut memang merupakan situs bahasa Inggris yang memberi penjelasan juga dalam bahasa Inggris. Tapi bagi anda yang pemula bisa memanfaatkannya untuk mendengarkan cara pengucapannya dengan mengklik gambar yang berbentuk terompet setelah anda memasukkan suatu kata kunci yang hendak dicari maknanya. Alternatif lainnya adalah situs kamus.net yang merupakan situs online kamus bahasa inggris - indonesia. Disana selain mendapatkan arti kata dalam bahasa Indonesia, anda juga bisa mendengar cara pengucapan kata. Akan tetapi kelemahannya situs tersebut kurang lengkap (walau terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu). Alternatif tambahan adalah : fitur translate atau terjemahan yang ada di situs google dimana selain berfungsi sebagai kamus (bisa per kata bisa juga per kalimat), juga bisa untuk mendengarkan cara pengucapan kata. Akan tetapi ketepatan google translate ini tak 100%, jadi cuma sebagai pembantu.
  • Pelajarilah tata bahasa Inggris (grammar), baik ketika anda sudah menguasai cukup banyak kata-kata bahasa Inggris ataupun dilakukan secara bersamaan dengan menghapal kosakata. Anda bisa memanfaatkan buku apa saja pada awalnya. Setelah anda memiliki cukup bekal kosakata, atau sudah bisa memanfaatkan kamus dan mencari arti kata bahasa inggris dengan cepat, maka janganlah segan-segan memiliki buku tata bahasa (English Grammar) yang tebal-tebal dan bagus. Pelajari dengan teratur, rajin, dan berkesinambungan. Jangan takut jika ada sebagian tata bahasa yang membuat anda bingung. Tak masalah, yang penting hal-hal dasar mampu anda kuasai seperti menyusun kalimat yang benar dalam konteks saat ini (present tense), masa lalu (past tense), masa akan datang, yang sudah terjadi, dsb. yang bisa anda pelajari bertahap. Internet juga bisa anda manfaatkan dalam belajar tata bahasa Inggris saat ini.
  • Banyak-banyak membaca artikel atau tulisan bahasa Inggris seperti dari internet, koran / majalah bahasa Inggris, buku-buku bahasa Inggris, dsb. Dengan bekal beberapa kosakata, dan tata bahasa dasar yang telah anda kuasai, anda diharapkan paling tidak sudah bisa mengerti tulisan bahasa Inggris. Walaupun cuma sepertiga atau sepersepuluh paragraf yang anda bisa tahu, tak masalah. Jangan takut ! Anda masih dalam tahap belajar. Dengan membaca tulisan berbahasa Inggris, anda malah akan bisa menambah kosakata anda yakni dengan menandai kata yang tak dimengerti lalu mencari tahu artinya. Anda juga akan dapat gambaran bagaimana tata bahasa Inggris atau cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat yang baik dalam bahasa Inggris dengan membaca tulisan-tulisan tersebut.
  • Untuk melatih pendengaran anda mendengar bahasa Inggris, anda bisa memanfaatkan nyanyian bahasa Inggris, dengarkan dan bandingkan dengan lyriclagunya yang bisa diperoleh dari internet. Atau bisa juga dengan menonton film-film bahasa Inggris tanpa memperhatikan atau dengan menghilangkan teks bahasa Indonesianya.
  • Latihan berbicara bahasa Inggris, baik secara langsung maupun secara mental. Belajar bahasa tanpa praktek memang akan susah. Carilah teman yang bisa anda ajak berlatih bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Anda juga bisa berbicara pada diri anda sendiri atau berpikir dengan menggunakan kalimat bahasa Inggris. Lebih baik lagi jika anda sekali-kali berusaha bercengkrama atau berkenalan dengan orang asing yang berbahasa Inggris sehingga anda bisa mempraktekkan apa yang telah dipelajari secara langsung.
  • Jangan pernah menyerah karena memang belajar bahasa butuh waktu. Tak ada orang yang bisa langsung seketika mahir berbahasa Inggris. Butuh proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa ke tahap berkomunikasi memakai bahasa Inggris dengan baik. Maka mulailah dari sekarang sehingga lebih cepat anda akan bisa menguasai bahasa Inggris nantinya.
  • Beranilah dan jangan malu ! Bahasa Inggris bukanlah bahasa asli anda. Orang lain (barat/bule) akan mengerti itu, akan paham, dan tak akan pernah mengejek anda jika salah berucap. Perlu anda ketahui banyak orang-orang yang tak bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar tetap nekad pergi ke negara asing yang berbahasa Inggris, dan mereka nyaris sama sekali tak pernah diejek dengan kemampuan berbahasa yang pas-pasan. Malah pada akhirnya mereka dengan kesungguhan hati dan keberaniannya mampu berbahasa Inggris dengan fasih.
  • Berlatih di depan kaca dan buatlah pidato singkat tentang topik tertentu lalu berilah evaluasi terhadap apa yang anda lakukan. 
         Sumber : http://ownx.blogspot.sg/p/ingin-tahu-bagaimana-cara-cepat-belajar.html

Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Menghadapi MEA

Tahukah kamu khususnya di tingkat mahasiswa di Indonesia, khususnya di kampus bahasa Inggris masih belum 100 % di budayakan? kalaulah kita melihat Malaysia, Philippine atau Singapore sudah menganggap ini sebagai bahasa pergaulan sehari - hari. Marilah kita meningkatkan kemampuan bahasa asing kita namun tetap kita harus kuat dalam berbahasa Indonesia yang kita cintai.

Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rustono menyatakan bahwa kemampuan bahasa dan komunikasi mutlak diperlukan kalangan akademisi, terutama mahasiswa dalam rangka menghadapi ASEAN Free Trade Organization (AFTA) atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini.
Hal itu disampaikan Rustono saat menyampaikan materi dalam workshop kepenulisan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Pascasarjana Unnes, Sabtu (13/6) di aula utama PPS Unnes, Bendan Ngisor Semarang.

“Menghadapi MEA tidak cukup dengan kemampuan akademik atau sof skill yang dimiliki oleh mahasiswa, tapi perlu kemampuan lain yakni komunikasi,” katanya.
Dikatakan Rustono, kemampuan komunikasi yang dimaksud adalah penguasaan terhadap bahasa inggris. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menghadapi interaksi dengan masyarakat global. “Bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional adalah bahasa inggris, jika kita tidak menguasainya maka akan mengalami ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” papar pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor I Unnes ini.
Menurut profesor bidang linguistik ini, bahasa adalah jendela komunikasi dunia, dengan penguasaan bahasa mainstream akan berdampak kepada semakin baiknya interaksi dengan dunia global. Apalagi mahasiswa saat ini sudah banyak yang memiliki keahlian di bidang akademik.
Sementara itu, Ketua BEM Pascasarjana Unnes Indra Kurniawan mengatakan mahasiswa perlu mengembangkan budaya ilmiah. Menurutnya kemampuan bahasa yang dimiliki tanpa adanya budaya ilmiah maka akan terjadi ketimpangan. “Budaya ilmiah ini sangat penting Apalagi di era globalisasi jelang MEA ini dibutuhkan gagasan yang beragam dan baru,” tutur mahasiswa BK S2 ini.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan gagasan ilmiah yang dimiliki dapat ditelurkan melalui karya ilmiah yang dapat masuk ke jurnal internasional. Hal ini dikarenakan jurnal internasional merupakan sarana pertukaran gagasan di dunia global. “Tidak hanya berhenti di jurnal internasional, tapi juga gagasan kita dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. Diunggah Nurul Iman.

sumber : http://bem.pps.unnes.ac.id/?p=154

Japanese Language Proficiency Test JLPT(日本語能力試験 Nihongo Nōryoku Shiken)

"Japanese Language Proficiency Test JLPT(日本語能力試験 Nihongo Nōryoku Shiken)" atau lebih dikenal di dunia bahasa Jepang sebagai Nihongo Nouryoku Shiken (disingkat noroken atau noken) adalah tes kemampuan bahasa Jepang yang diakui secara internasional untuk mengetahui tingkat kemampuan bahasa Jepang seseorang. Tes ini juga dijadikan bahan pertimbangan untuk penerimaan mahasiswa asing di Jepang. Selain itu, perusahaan-perusahaan Jepang pun memperhatikan hasil tes ini dalam penerimaan pegawainya, terutama yang bekerja dekat dengan staff orang Jepang.
Tes ini terdiri atas 5 level dan di Indonesia diselenggarakan 2 kali dalam setahun ada juga daerah yang menyelenggarakan 1 kali dalam setahun. Penjelasan lebih detail akan dijelaskan di bawah.


JLPT dilangsungkan pertama kali pada tahun 1984 dengan jumlah peserta sebanyak 7.000 orang. Ujian ini diselenggarakan pada bulan Desember tiap tahun dengan empat tingkat kesulitan (1, 2, 3, 4). Akan tetapi, sejak tahun 2010, sistem tersebut diubah menjadi lima tingkat (N1, N2, N3, N4, N5) dan diselenggarakan dua kali dalam satu tahun (khusus untuk tingkat N1, N2, dan N3), yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Nouryokushiken di Indonesia akan dilaksanakan di 7 (tujuh) kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Padang.Formulir pendaftaran dapat diambil melalui panitia ujian lokal untuk masing-masing daerah, yaitu ada dua sumber silahkan di coba :

Panitia Ujian
1. Jakarta, Persada (Tel. 021-8647373)
2. Bandung, Univ. Padjadjaran (Tel. 022-7796388)
3. Yogyakarta, Univ. Gadjah Mada (Tel. 0274-7477304)
4. Surabaya, Univ. Negeri Surabaya (Tel. 031-7532809)
5. Denpasar, Univ. Udayana (Tel. 0819-16139889)
6. Medan, Univ. Sumatera Utara (Tel. 061-8223531)
7. Padang, Univ. Bung Hatta (Tel. 0751-444660)

atau 

Jabodetabek
PERSADA
d/a.Universitas Darma Persada
Jl. Radin Inten II, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Tel. 021-8647373
Fax. 021-86900241

The Japan Foundation, Jakarta
Gedung Summitmas I Lt. 2-3
Jl. Jenderal Sudirman,
Kav. 61-62 Jakarta 12190
Tel. 021-520 1266
Fax.021-525 5159

Manado
Program Studi Bahasa Jepng
Fakultas Sastra
Universitas Sam Ratulangi
Kampus UNSRAT
Jl. Kampus Kleak
MANADO 95115
Telp. 0812-1249-0004

Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang
Fakultas Bahasa & Seni
Universitas Negeri Manado
Kampus UNIMA Tondano
Minahasa 95618

Jawa Barat
Universitas Padjadjaran
Kampus UNPAD, Jatinangor
Tel. 022-7796388
Fax. 022-7796388 

Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada
Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta
Tel. 0274-513096

Jawa Timur
Universitas Negeri Surabaya
Kampus UNESA Lidah Wetan, Surabaya
Tel. 031-7532809
Fax. 031-7532809

Bali
Universitas Udayana
Jl. Nias No. 13, Sanglah, Denpasar
Tel. 0857-39761362
Fax. 0361-241067 

Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Kampus USU
Jl. Universitas No. 19, Medan
Tel. 061-8200050

(Juga bisa langsung mendaftar di Konsulat Jepang di kota Medan di ruangan perpustakaan dengan sensei Khadijah atau sensei Irwan)

Sumatera Barat
Universitas Bung Hatta
Jl. Sumatera, Ulak Karang, Padang
Tel. 0711-444660
Fax. 0751-7055475

Keterangan : Untuk informasi rinci, silakan hubungi Panitia Ujian di masing-masing wilayah dan bagi teman-teman yag da di Pekanbaru kami sarankan untuk mengambil tes di Padang atau di Medan.


Pendaftaran Ujian untuk ujian 5 Juli 2015
Maret - April 2015

Pendaftaran Ujian untuk ujian untuk tahun ini adalah  6 Desember 2015
18 Agustus - 11 September 2015


Cara Pendaftaran Ujian
1. Membeli formulir seharga Rp.15.000,-
2. Mengisi formulir dengan dilengkapi pas foto 3x4 berwarna (2 lembar)
3. mengembalikan formulir bersama dengan biaya ujian sebagai berikut

N1 = Rp. 150.000,-
N2 = Rp. 120.000,-
N3 = Rp. 100.000,-
N4 = Rp. 80.000,-
N5 = Rp. 70.000,- 


Ujian ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :

文字・語彙 (moji, goi),
menguji kemampuan peserta dalam memahami penggunaan kosa kata serta perbendaharaan kata dalam bahasa Jepang.

聴解 (chōkai),
menguji kemampuan peserta dalam mendengar dan memahami dialog dalam bahasa Jepang.

読解・文法
(dokkai, bunpō), menguji kemampuan peserta dalam memahami artikel dalam bahasa Jepang.

Sistem Penilaian
Sebelum tahun 2010, sistem penilaian JLPT adalah menjumlahkan nilai dari masing-masing bagian dan harus mencapai batas nilai tertentu (standar nilai masing-masing tingkat bervariasi). Sejak tahun 2010 sistem penilaian ini diubah; setiap bagian memiliki standar nilai sendiri sehingga untuk lulus para peserta harus mampu mencapai nilai tertentu untuk masing-masing bagian (tidak berlaku sistem penilaian kumulatif seperti sebelumnya).
Penilaian dilakukan dengan menjumlahkan nilai masing-masing jawaban yang benar.Jawaban yang salah atau tidak diisi tidak akan mengurangi jumlah nilai peserta.

Syarat Tingkat Kompetensi
Syarat kompetensi yang disarankan untuk dimiliki oleh para peserta ujian adalah sebagai berikut :
N1
Peserta mampu memahami bahasa Jepang dalam berbagai situasi berikut :
  • Peserta mampu membaca artikel nonfiksi dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan memahami bacaan dalam berbagai tema, seperti tajuk rencana surat kabar, kolom saran dan kritik pada majalah; serta mampu memahami struktur dan isi tiap artikel.
  • Peserta mampu membaca artikel fiksi dengan tema yang beraneka ragam dan mampu memahami dialog serta tujuan penulis yang tertera dalam artikel tersebut secara mendalam.
  • Peserta mampu memahami data lisan dengan tingkat kesulitan yang tinggi seperti siaran berita serta berbagai dialog yang disampaikan dalam tingkat kecepatan tinggi.
  • Menguasai sekitar 2.000 kanji dan hafal, serta mengerti penggunaan 10.000 kata dalam bahasa jepang
  • Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama kurang lebih 900 jam efektif

N2
Peserta mampu memahami bahasa Jepang yang digunakan pada situasi umum dan kondisi-kondisi tertentu :
  • Peserta mampu membaca artikel nonfiksi dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan memahami bacaan sederhana dalam berbagai tema, seperti surat pembaca dalam surat kabar dan majalah; serta mampu memahami struktur dan isi tiap artikel.
  • Peserta mampu membaca artikel fiksi sederhana dengan tema yang beraneka ragam dan mampu memahami dialog serta tujuan penulis yang tertera dalam artikel tersebut secara mendalam.
  • Peserta mampu memahami data lisan dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi seperti siaran berita serta berbagai dialog 
  • Menguasai sekitar 1.000 kanji dan 6.000 kata-kata
  • Level ini biasa dicapai oleh mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 600 jam

  • yang disampaikan dalam tingkat kecepatan cukup tinggi.
N3
Peserta mampu memahami bahasa Jepang yang digunakan pada situasi umum dan kondisi-kondisi tertentu :
  • Peserta mampu membaca artikel sederhana dengan tema yang tidak kompleks.
  • Peserta mampu membaca dan memahami ringkasan informasi artikel, seperti judul artikel surat kabar.
  • Peserta mampu membaca artikel fiksi sederhana dengan tema yang beraneka ragam dan mampu memahami dialog serta tujuan penulis yang tertera dalam artikel tersebut secara mendalam.
  • Peserta mampu memahami data lisan dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi serta berbagai dialog yang disampaikan dalam tingkat kecepatan cukup tinggi.
N4
  •  bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata dan pola kalimat standar.
  •  Menguasai sekitar 300 kanji dan 1.500 kata,
  • N4 biasa dicapai oleh mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 300 jam.  

N5
  •  bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata standar.
  •  Menguasai sekitar 100 kanji dan 800 kata dalam bahasa jepang
  • N5 merupakan level dasar dan diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 150 jam.

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010472233/sharesoal-dan-pembahasan-tuk-persiapan-nihongo-nouryoku-shiken-jlpt/ dan https://www.facebook.com/notes/japanese-community-fans-%E6%97%A5%E6%9C%AC/japanese-language-proficiency-test-jlpt%E6%97%A5%E6%9C%AC%E8%AA%9E%E8%83%BD%E5%8A%9B%E8%A9%A6%E9%A8%93-nihongo-n%C5%8Dryoku-shiken/404125209647128

38 Jenis Beasiswa yang Full Free

Berikut kita share info -  info beberapa jenis beasiswa luar negeri dan dalam negeri. Ayo cari yang sesuai dengan kamu dan mulai targetkan yang menjadi impian kamu. 

Nama - Nama beasiswa beserta linknya.
1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (
http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship 
a. Dalam Negeri (
http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (
http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (
http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (
http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship 
a. (
http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (
http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (
http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (
http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
9. Belgium Government Scholarship (
http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (
http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
11. Sciences Po France (
http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
12. Utrecht University Netherland (
http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (
http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (
http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (
https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
17. PPM School of Management Indonesia (
http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (
http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
19. Sweden Government Scholarship (
http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (
http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
21. Taiwan Government Scholarship (
http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (
http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (
http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (
http://ancorafoundation.com)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (
http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (
http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (
http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (
http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (
http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (
http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (
http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (
http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (
http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (
http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (
http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan (
http://www.inpex-s.com/application.html)
37. Asia University Taiwan (
http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (
http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)

sumber : mas rino (SSEAYP Family) 


Anak Petani Ke Amerika, wow !!!

Bermula mungkin bisa bermimpi dan kemudian bisa terwujud. Inilah apa yang dirasakan ROBINSON pria asal Sumatera Utara dan kuliah di UNSRI Palembang ini. Tak terbayangkan mungkin betapa bahagianya orang tua yang mendidik dan membesarkan beliau. Salut!! 

Orang bilang, jangan berhenti bermimpi. Tetapi bagi anak petani ini, konsisten mewujudkan mimpi meraih beasiswa ke Amerika Serikat adalah tantangan terbesar. Apalagi jika perjalanannya menggapai cita-cita itu selalu dirundung kegagalan.
Sejak belia, Robinson Sinurat memiliki mimpi besar menampuh studi di Negeri Paman Sam dengan beasiswa. Namun, minimnya kondisi keuangan keluarga membuat dia kesulitan. Bahkan untuk pergi dan memulai kuliah S-1 di Universitas Sriwijaya (Unsri) saja, orangtuanya harus meminjam uang.
Robinson memulai perantauannya menuntut ilmu di Kota Pempek pada 2009. Kala itu dia diterima di Unsri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Keterbatasan finansial memaksanya mencari pekerjaan tambahan selama kuliah. Mengingat daerah yang masih asing dan statusnya yang masih mahasiswa baru, Robinson hanya mampu mendaftar program beasiswa di kampus. Berbekal nilai bagus sejak SMA, Robinson pun berhasil mendapatkan beasiswa. Bahkan beasiswa itu dia pertahankan hingga lulus menjadi sarjana.
Meski begitu, dia tetap mencari pekerjaan tambahan mengingat uang beasiswa tidak besar guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Robinson menjadi guru di salah satu lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk jenjang SD pada semester tiga. Dia lalu dipercaya mengampu kelas bagi siswa SMP dan SMA hingga akhirnya berhenti di semester empat karena kesibukan kuliah dan kegiatan kampus makin padat.
Di bimbel ini, Robinson bertemu teman dekat yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Sang temanlah yang memperkenalkan Robinson dengan seseorang yang pernah mendapat beasiswa belajar di Amerika Serikat.
"Saya merasa bahwa mimpiku itu sudah dekat. Saya dibimbing dan disarankan untuk mendaftar. Tetapi, saya tidak lulus karena nilai bahasa Inggrisku masih belum cukup. Tuhan menyuruhku untuk belajar lebih keras lagi," tutur Robinson dalam surat elektroniknya kepada Okezone, belum lama ini.
Ternyata, kata Robinson, mendapat beasiswa tidak sesederhana membalikkan telapak tangan. Kegagalannya melecut semangat untuk lebih rajin belajar bahasa Inggris meski hasilnya juga belum optimal. Walaupun demikian, kesibukan di berbagai organisasi serta kegiatan kepemudaan dan sosial mengantarkannya menjadi perwakilan kampus dalam beragam acara bertaraf internasional. Kala itu, Robinson membawa nama Unsri dalam Indonesian Young Change Maker Summit 2012 di Bandung dan menjadi ketua delegasi dalam acara International Youth Program 2012 di Malaysia.
"Ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di luar negeri. Saya bangga menjadi perwakilan universitas dan Indonesia serta mendapat dukungan penuh dari pihak kampus," imbuhnya.
Gagal di kesempatan pertama tidak menyurutkan semangat Robinson menggapai mimpinya. Dia rajin bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang berhasil meraih beasiswa di Amerika, serta terus mencoba peruntungannya. Setiap tahun, setidaknya mulai 2012, Robinson selalu berusaha mendaftar berbagai program beasiswa ke negara adidaya tersebut. Setiap tahun juga, dia selalu gagal. Tetapi, kata Mahasiswa Berprestasi FMIPA Unsri 2013 ini, selalu saja ada pengganti dari setiap ketidaklulusannya menembus seleksi berbagai beasiswa ke negeri impiannya.
"Mungkin inilah hadiah dari Tuhan bagi orang yang mau berjuang dan tidak patah semangat untuk meraih mimpinya," imbuhnya.
Robinson memaparkan, ketika gagal pada 2012, dia berhasil meraih prestasi sebagai Wakil Duta Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi delegasi kampus dalam acara
nasional bernama Forum Indonesia Muda. Tahun berikutnya, kegagalannya diganti dengan menjadi perwakilan Indonesia pada Asian Youth Exchange 2013 dan delegasi Indonesia pada Global Peace Convention 2013 di Kuala Lumpur.
Di tahun terakhir studinya ini pulalah Robinson aktif membuat berbagai kegiatan sosial kepemudaan sesuai mimpi lainnya, melakukan sesuatu untuk kampus dan lingkungan. Global Peace Volunteer Camp Asia-Pacific Regional Camp, The Power of Rupiah Universitas Sriwijaya, Sahur on the Road, dan Save Musi adalah beberapa contoh kegiatan sosial yang dihelatnya.
"Kegiatan ini kulakukan supaya para pemuda dan masyarakat umum bisa saling membantu dan peduli terhadap sesama," tuturnya.
Dari segi pekerjaan, Robinson termasuk beruntung. Dia mendapatkan posisi sebagai koordinator program kegiatan kepemudaan dan pemberdayaan masyarakat di salah satu LSM internasional hanya lima hari setelah wisuda pada medio 2014. Tentu saja, semangat mewujudkan mimpi kuliah di Amerika dengan beasiswa masih menyala meski dia sudah bekerja. Namun, seperti sebuah tradisi, dia kembali gagal ketika mendaftar di tahun tersebut. Dan seperti tradisi pula, dia mendapat pengganti dengan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam acara Asia-Pacific Youth Training on Civic Participation dan Global Media Forum 2014 di Bali.
Di titik ini, Robinson mulai putus asa dan ingin berhenti bermimpi meraih beasiswa. Tetapi, hati kecilnya melarang dia menyerah. Tahun berganti, Robinson pun masih berupaya mendaftar berbagai program beasiswa. Tidak lupa, doa orangtua selalu dimintanya.
"Doa dan dukungan dari orangtuaku yang selalu menguatkanku," imbuhnya.
Ketika upayanya masih tidak membuahkan hasil, semangatnya surut. Meski mendapat ganti sebagai salah satu dari 10 pemimpin muda Indonesia dalam pelatihan tentang perdamaian di Filipina yaitu YSEALI United for Peace 2015, Robinson merasa tidak layak menginjakkan kaki di Amerika.
Robinson tidak lama terpuruk. Dia akhirnya menyadari rezeki setiap orang berbeda-beda. Mungkin, katanya, dia harus mencoba berkali-kali sebelum meraih keberhasilan. Keikhlasan ini memantik kembali api semangatnya. Dia kembali berjuang dan mendaftar ke program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) on Civic Engagement. Ini adalah program berkelanjutan dari Presiden Barack Obama yang diluncurkan pada tahun 2013 lalu untuk para pemimpin muda di negara ASEAN. Kabar kelulusan pada program tersebut diterima Robinson tepat di hari ulang tahunnya, 20 Juli.
"Ini adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku. Saya sangat bahagia dan rasanya terbayar sudah perjuangan selama ini. Penantian dan perjuangan selama kurang lebih empat tahun ini terbayar sudah. Benar kata pepatah bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha," paparnya.
Anak petani itu akan menetap lima minggu di negara impiannya. Dia akan menjalani program kuliah singkat di University of Nebraska Omaha, pada 26 September hingga 31 Oktober 2015 serta mengikuti kegiatan penutupan program di Washington DC.
Perjalanan panjang meraih beasiswa impian mengingatkan Robinson untuk tidak menyerah mewujudkan mimpi. Konsistensi dalam berjuang, memperbaiki diri, belajar dari setiap kegagalan dan berdoa harus selalu dijalani.
"Bayangkan saja kalau kegagalan yang sekarang ini adalah kegagalan terakhir kita sehingga kita selalu bersemangat untuk tetap berusaha. Bayangkan jugalah bahwa tinggal selangkah lagi untuk meraih mimpi itu. Jadi selalu termotivasi untuk tetap memelihara mimpi yang ada dan berusaha untuk meraihnya. Bermimpi, berjuang, dan berdoa," pungkasnya.

sumber : okezone.com